berburu DUIT di internet uang mengalir terus ke rekening anda, BUKTIKAN!

Hukum Stop Dreaming Start Action

Stop Dreaming Start Action ~ Rusli Zainal Sang Visioner

Stop Dreaming Start Action adalah hukumnya wajib bagi orang yang mengaku dirinya sebagai Hewan yang berakal (Hayawaanu Naathiq).

Jadi orang jangan terlalu banyak bermimpi. Gue percaya gak ada satu orang pun dalam hidup nie yang gak pernah bermimpi, bulshite kalau gak berani jujur. Tapi gue mesti ngingetin bagi orang-orang yang masih pada bermimpi hari nie, Bukan Zaman_y kalie dah basi. Orang dah pergi ke bulan bahkan katanya sampai ke mars, di erofa orang sibuk perang senjata nuklir, laH INI MASIH MIMPI: gmn Q-ta punya pohon duit, atau kali aja ada pesawat terbang bagi-bagi duit, atau kali aja di bawah sajadah ada duit. Kacian deh lu', sampai ikan belut pun berbulu lu tungguin gak akan tu mimpi jadi kenyataan, percaya deh sama gue!. Kenapa sebab, dulu sih gue juga mimpi-nya percis juga kaya ghitu, bahkan gue pernah mimpi pengin jadi presiden Indonesia sampai-sampai gue nyari ilmunya. Tapi apa boleh dikata, mimpi hanyalah mimpi, kenyataan tetaplah sesuatu yang benar-benar gue rasakan. Gue lebih yakin sama omongan temannya teman engkong babehnya babeh gue, katanya: "STOP DREAMING GO TO ACTION" katanya petuah itu gak hanya ada dalam mimpinya, beliau pun merealisasikan dalam hidupnya sampai-sampai di usianya yang ke 99 th, ia tetap sehat tak bungkuk, masih jelas pendengaran dan penglihatannya, yang lebih mengherankan bagi gue giginya belum ompong bo!.

Itu sebabnya gue gak pingin mimpi kaya sebagian anak muda sekarang, yang selalu bilang "muda hura-hura, tua kaya raya, dan mati masuk surga" emangnya kekayaan Negara ini milik babehnya (pantesan banyak yang korupsi), teruz umurnya panjang ghitu, atau emangnya jg surga itu milik nenek moyangnya. Benar-benar generasi pemimpi!. Pantesan juga banyak orang-orang muda yang bermalas-malasan, memang hidupnya hanya bisa mimpi, alih-alih gak ada kerjaan yang jelas mimpinya itu bikin mereka kesurupan. Saat nie, mendingan Q-ta semua berkarya dalam wujud nyata, sekalipun kecil tapi mungkin lebih banyak manfaatnya. Coba tengok mang becak, penjaja asongan, kuli bangunan, para pemulung barang bekas, mungkin mereka punya mimpi yang lebih dahsyat dari Q-ta" tapi mereka tepiskan mimpinya, mereka simpan mimpinya dalam etalase unik otaknya, mereka lebih memilih melakukan sebuah aksi yang realistis buat sesuap nasi dan pemenuh kebutuhan primernya sekalipun apa yang dihasilkannya masih kurang dan jauh dari kecukupan.

Wahai teman-teman yang masih bermimpi, bangunlah hari dah siang. Apakah perut lu pade gak keroncongan, malu dong sama ayam "nu kongkorongok_istilah sunda" sekalipun mereka tak bisa berfikir layaknya Q-ta semua, tapi mereka melakukan sesuatu sehingga mereka bisa makan. Memang, konon presiden obama dulunya pernah bermimpi pingin jadi presiden Amerika Serikat, tapi bukan karena mimpinya dia bisa seperti itu, mungkin lebih dikarenakan ia berhenti bermimpi dan berusaha dengan kerja keras bagaimana ia bisa menjadi presiden Amerika periode 2009-2011. kalau lu pade gak percaya tanyakan aja sendiri atau sama pesaingnya Hilarry Clinton, paling juga sebelum tahu jawabannya lu dah ditendang sama boudigar-boudigarnya. coba juga atuh tanyain ma yang ngadain lomba SEO ini_bapak Joko Susilo, apakah yang beliau hasilkan saat ini hasil dari sebuah impian, atau memang sama sekali bukan? yang jelas gue gak berani nanya takut di coret dari pemenang kontestan. Tapi gue berani bertaruh, mimpi beliau sebelumnya bukan seperti sekarang. Makanya dari kisah sekelumit pengalamannya beliau berani ngadain lomba SEO berjudul" STOP DREAMING START ACTION " karena beliau sendiri dapat menjadi sekarang lebih dari hasil kerja kerasnya, lebih kerennya action coy. Itu juga kalau fealing gue benar. punten ka bapak Joko Susilo bilih kumawantun, maklum abdi mah urang sunda resep heureuy…he heh

Pernah ngak Q-ta bertanya pada diri ini, indah kah mimpi Q-ta? Yang jelas jawabanya: "hidup itu pedih jendral" mangkanya ceuk aing oge STOP DREAMING. Gawe cing baleg mun can bisa mikiran beuteung batur, minimal fikiran pihakaneun sorangan. Jangan hidup teh ngan olok kejo, nu kitu teh nu gelo tea, hirupna ngan bisa ngimpi nepi ka dahdiran.

... Start Action »»

Stop Dreaming Start Action-nya Rusli Zainal Sang Visioner

Stop Dreaming Start Action ~ Rusli Zainal Sang Visioner

Stop Dreaming Start Action-nya Rusli Zainal Sang Visioner
sepertinya perlu kita tiru,
bagaimana Rusli Zainal
yang sebelumnya cuma anak desa,
kini menjelma menjadi orang nomor satu di Riau.

Mau idealis …. Mau matre…. Kalau saya sih ngga perduli-perduli amat , karena kapasitas saya kan sebagai peserta kontes bukan sebagai KPK. Lagian sekarangkan sulit untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah yang menuduh atau yang dituduh, kalau saya sih kedua-duanya juga nggak kenal .. so kenapa harus pusing. Sedikit apatis ah.., he he, yang penting mah sekarang bagaimana Stop Dreaming Start Action dan Rusli Zainal Sang visioner punya saya bisa merangsek naik kepapan atas Halaman Google.

Namun sedikit saya ingin mencoba mengambil sisi positifnya saja, karena menurut saya setelah membaca profil Rusli Zaenal sang Visioner ada beberapa hal yang menarik dalam perjalanan hidupnya.

Pertama, tekad dan keuletan Rusli Zainal Sang Visioner pada saat beliau kuliah, padahal kalau saya coba membandingkan kesulitan beliau dengan saya mungkin sayalah yang paling sulit, kesengsaraan beliau dengan saya pasti sayalah yang paling sengsara, tapi kenapa beliau bisa menjadi pejabat? Saya coba diskusi dengan teman saya yang aga sedikit sedikit idealis, tapi apa jawabannya mungkin ia kolusi atau nepotisme. Saya tak menghiraukan jawaban temanku itu, karena saya tak ingin terjebak dalam lingkaran subyektivisme. Sayapun masih penasaran dan saya coba untuk mendiskusikannya kembali dengan teman saya yang di Pesantren, namun apa jawabannya, mungkin itu sudah takdirnya. Lagi-lagi jawaban temanku membuat saya bingung, bukannya saya tidak percaya pada takdir sebab sayapun tidak tahu apakah takdir saya baik atau jelek. Ketika termenung sayapun teringat perkataan seorang ustadz bahwa takdir itu ada yang bisa dirubah dan ada yang tidak bisa dirubah, dan takdir yang bisa dirubah sepertinya sejalan dengan slogan stop dreaming start action. Akhirnya saya dapat menarik satu kesimpulan mungkin saya belum maksimal dalam berusaha untuk mengubah takdir tersebut. Atau belon bisa sepenuhnya menstrukturkan Slogan Stop Dreaming Start Action.

Kedua, kerja keras Rusli zainal Sang Visioner. Tak mudah dan tak akan semua orang bisa untuk meraih kesuksesan, terlepas dari bagai mana cara Rusli Zainal Sang Visioner meraihnya. Satu hal yang menarik karir Rusli Zainal sebagai seorang pemimpin dimulai sebagai seorang pimpinan perusahaan, sebagai anggota dewan, ketua GAPENSI selanjutnya Rusli zainal sang visioner pun dipilih menjadi Bupati. Hingga puncaknya pada tahun 2003, Rusli Zainal yang berasal dari kelurga yang kurang mampu, mantan mahasiswa yang tidak pernah merasakan cahaya listrik dikala belajar kini menjelma menjadi orang nomor satu di provinsi Riau. Dan Rusli Zainal pun dijuluki sebagai Sang Visioner.
Kok….bisa yaa.? Itulah kalimat yang keluar dari mulutku, ketika saya selesai membaca profil Rusli Zaenal. Ya…bisa kata temanku yang idealis tadi, sekarang kan semua bisa diatur, saya tak habis pikir kenapa temanku ini selalu mengungkapkan jawaban dengan nada-nada kebencian, sehingga membuatku lebih penasaran, apakah betul Rusli Zaenal sang visioner sebodoh itu? Bukankah ia seorang yang religius, orang yang rajin membaca al-Quran semenjak kecil, orang yang pernah menjuarai MTQ. Atau jangan-jangan temanku ini orang yang tidak kebagian kue politik? Akh….sudahlah daripada kembali saya harus terlibat dalam peta komplik, lebih baik saya berkhusnudzan karena memegang azas praduga tidak bersalah itukan lebih baik daripada terus menerus memikirkan kesalahan orang.

Kalau saya sih melihat, adanya relevansi antara slogan Stop Dreaming Start Action dengan kerja keras dan cara berpikir cerdas yang dilakukan Rusli Zainal Sang Visioner sehingga membuahkan prestasi tersendiri, dan sayapun baca informasi bahwa banyak sekali kemajuan dan perkembangan, khususnya di daerah dimana Rusli Zaenal dilahirkan. Bahkan menurut informasi banyak sekali pujian bahkan sampai-sampai pemerintah pusatpun turun tangan memberikan penghargaan terhadap keberhasilannya. Kemudian informasi yang saya dapatkan beliau didaulat untuk adzan disalah satu radio sehingga adzan tersebut senantiasa diputar ketika waktu shalat tiba. Sekalipun itu bukan bukti otentik kecintaan rakyat atas kepemimpinnya, namun setidaknya ada indikasi bahwa rakyat masih percaya pada Rusli Zainal Sang Visioner.

Terlepas dari betul dan tidaknya kabar kabur tentang Rusli Zainal sang visioner, saya salut terhadap kriteria kememimpinanya, itulah sang visioner, tidak hanya mempunyai visi duniawi tapi juga mempunya visi ukhrawi (ke akheratan).


Sekali lagi saya ingatkan bahwa tulisan ini dibuat tidak lebih dari sekedar syarat karena keikut sertaan blog ini dalam kontes SEO Stop Dreaming Start Action yang diadakan oleh Joko Susilo dan Kontes SEO Rusli Zainal Sang Visioner yang diadakan Oleh SEO Bertuah. Jadi dimohon untuk tidak menyimpulkan apapun terlebih jika kesimpulannya itu negative.

... Start Action »»

Latihan Olah Rasa (Olah Sukma)

Stop Dreaming Start Action ~ Rusli Zainal Sang Visioner

Pemain harus menyadari jika latihan olah rasa tidak dilakukan dengan sepenuh hati hasilnya akan sia sia. Dalam latihan ini tidak boleh sambil bercanda. Untuk itu harus memilih dan mengambil metode yang paling tepat mengenai latihan olah rasa. Latihan olah rasa dapat dilaksanakan melalui dua tahap yaitu:

  • Tahap pertama adalah latihan konsentrasi. Dalam latihan konsentrasi, pemain harus memusatkan perhatiannya kepada sesuatu hal yang kongkrit umpamanya memperhatikan bunga diatas meja. Seluruh panca indranya terarah ke bunga selama beberapa menit dan berusaha melenyapkan dan mematikan rangsangan rangsangan lain. Selanjutnya menutup mata dan dan melakukan pemusatan perhatian tanpa melihat benda tadi sampai dapat membayangkannya kembali dengan jelas pada persepsinya. Latihan pendahuluan sperti tersebut diatas, harus dilakukan berulang ulang dengan berbagai macam variasi objek pemusatan pada setiap kali latihan. Membayangkan lakon secara keseluruhan atau adegan demi adegan, serta membayangkan dirinya sendiri sebagai pemeran merupakan bagian program latihan konsentrasi. Perkembangan lebih jauh adalah pada saat persiapan praktik penyajian pementasan atau shooting film, pemain seyogyanya konsentrasi dahulu terhadap segala sesuatu yang menyangkut permainan dan pengadegan teaterikal yang akan dilaksanakan.
  • Tahap kedua adalah latihan penghayatan. Dalam tahap ini memulai latihan dengan penghayatan terhadap kata, kalimat, konflik teaterikal, narasi dan dialog naskah lakon. Setelah melakukan latihan tersebut kemudian dilanjutkan dengan latihan penghayatan terhadap gerak. Latihan dimulai dari penghayatan terhadap gerak yang paling sederhana sampai kepada yang rumit. Misalnya, merasakan gerakan tergesa gesa, gerakan sakit karena sayatan pisau, menggeleng geleng kepala karena bingung, memegang dahi Karenna sakit kepala. Semua gerakan itu didemonstrasikan berulang ulang dan harus diberi kadar rasa yang sesuai. Latihan selanjutnya adalah penghayatan imajinasi, dimulai dari yang paling sederhana. Misalnya, member bobot rasa kepada gerak mengambil dan membawa telur pada baki datar, membawa air panas dalam gelas, menginjak kotoran, menginjak pecahan kaca dengan kaki telanjang, makan dengan lahap sambil bicara yang semuanya tidak dilengkapi dengan benda benda yang sebenarnya. Hal tersebut hanya dihayalkan saja, tetapi disertai dengan kesungguhan. Olah rasa ini sangat beraneka ragam, bahannya dapat digali dari peristiwa tingkah laku sehari hari, dari buku buku bacaan dan dari naskah lakon. Latihan berikutnya melakukan imajinasi yang intensif, antara lain membayangkan suasana sedih, gembira, ceria, tangis, ngeri, tegang dan tergesa gesa.

... Start Action »»

Stop Dreaming vs Start Action

Stop Dreaming Start Action ~ Rusli Zainal Sang Visioner

Stop Dreaming Start Action
adalah sebuah kalimat
yang sangat mudah untuk diucapkan,
namun begitu susah
untuk direalisasikan
(bagi orang yang malas tentunya).

Setiap orang tentunya suka bermimpi. seperti saya, mereka dan juga anda? Diakui atau tidak, setiap di antara kita memiliki keinginan, benar ngak? Karena menurut banyak sumber, dreaming itu sama dengan khayalan, cita-cita atau juga keinginan. Jangan salah lho, yang membuat orang mampu bertahan hidup itu tidak hanya karena cinta, tapi juga karena seseorang itu punya dreaming. Dreaming setiap orang tentunya berbeda-beda; apa itu dreaming mengenai orang tua, suami, istri, anak, keluarga, teman, kekasih, pekerjaan, dan juga kondisi hidup.

Saya pernah mendengar seorang filsuf yunani mengatakan “ bahwa dreaming itu merupakan bagian dari kenyataan “ walaupun saya sendiri lupa siapa yang mengatakannnya dan juga apa benar itu kata-kata seorang filsuf dari yunani. Paling tidak, semboyan ini mungkin yang melatarbelakangi setiap orang suka bermimpi, sehingga diharapkan suatu saat mimpinya bisa menjadi kenyataan. Konon kabarnya, dreaming itu bisa menjadi motivasi buat seseorang. Dulu sih, saya juga percaya dengan semboyan tersebut, tapi kenyataannya juga banyak orang yang mengatakan bahwa manusia hidup seringkali tidak sesuai dengan mimpinya. Sekalipun memang tak bisa dipungkiri ada orang yang mimpinya menjadi kenyataan, namun mungkin itu cuma satu dari seribu. Hal tersebut juga memang saya alami; ketika dahulu terfikir bisa menjadi orang yang kaya raya, punya kedudukan, mobil mewah, disegani, dan tak perlu repot-repot untuk mendapatkan uang (istilah sunda; imah pageuh, duit weteuh, pamajikan reuneh, bobogaan baseuh jeung beuteung sebeuh). Namun kenyataannya, boro-boro gampang mencari uang, yang ada malah pusing bagaimana bayar hutang dan mencari pekerjaan. Saya baru sadar ketika mendapati kata-kata dari shakespear, yang mengatakan “ hidup itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan mimpi” sekalipun juga saya mendapatkan kata tersebut karena mimpi dengan shakespear, terserah percaya atau tidak? Yang jelas ketika saya terbangun, saya baru sadar bahwa saya tak bisa bermimpi terus tentang bagaimana menjalani hidup ini.

Mungkin benar apa yang dikatakan shakespear dalam mimpi, bermimpi membuat orang menjadi penghayal dan bermalas-malasan. Pernah ngak anda meneliti tentang orang gila? Setahu saya mereka menjadi seperti itu karena terlalu banyak bermimpi sebelumnya, dan ketika tidak kesampaian jadilah gila, walaupun tidak karena itu saja. Pertanyaannya maukah kita terus bermimpi untuk menjalani kehidupan ini, atau kita mau melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk hidup ini dengan sebuah action. Melihat kondisi dunia saat ini, dimana persaingan begitu kompetitip, apakah benar hanya bisa di jawab dengan sebuah mimpi; apa itu tentang Negara, pemerintahan, rakyat sejahtera, mudahnya mencari pekerjaan, murahnya kebutuhan sehari-hari. Tentunya TIDAK, dan saya memaksa anda untuk berkata sama, sepakat ngak?

Namun apakah kita tak boleh bermimpi, tentu juga tidak! Ibarat langit tak berbintang,wajah tak berjerawat, rambut tak berketombe, begitu juga dengan tidur tanpa mimpi, kehidupan ini tak begitu indah. Hanya saja, kita gak mungkin bermimpi terus, saatnya stop dreaming start action. Menurut orang yang sudah sukses (seorang presiden), katanya ”kesuksesan itu tidak hanya karena taqdir, warisan, keberuntungan, keuletan, kegigihan tapi bisa jadi karena sebuah mimpi yang terstrukturkan dan sedikit-demi sedikit diwujudkan dalam sebuah action yang nyata”. Jika sebelumnya anda senantiasa bermimpi, cobalah distrukturkan untuk menjadi sebuah gagasan atau ide dan anda sendiri melakukan tahapannya dalam kehidupan ini, jika tidak, pastinya anda akan ketinggalan, lebih parah lagi anda menjadi gila. Tapi saya sendiri kebingungan bagaimana cara menstrukturkan mimpi saya, ada ide gak? Setahu saya, argument di atas awalnya sebuah mimpi ingin menjadi blogger sejati yang berduit tentunya seperti pak joko susilo, tapi coba saya hentikan dan coba saya buktikan lewat sebuah action pada tulisan ini yang mengajak anda untuk stop dreaming start action. Itu pun juga jika om google berkenan menempatkan halaman blog ini pada urutan satu di halaman pertama. Jika tidak, apa boleh buat tai kambing bulat bulat jadinya kembali bermimpi deh saya harus ekspansi ke wilayah action yang lain.

Uraian tulisan di atas bisa benar atau bisa juga salah adanya, mari kita tanyakan pada bapak joko susilo untuk menjawabnya.

Cuma satu yang ingin saya ingatkan, Pastikan bahwa anda dalam membaca tulisan ini tidak dalam keadaan ber-dreaming, caranya cubit pipi anda terserah apa mau pipi atas atau pipi bawah.

Salam.. rida garuda
Dadah..

... Start Action »»

Olah Rasa (Olah Sukma)

Stop Dreaming Start Action ~ Rusli Zainal Sang Visioner

Pemain professional (Aktor atau Aktris) yang betul betul seniman biasanya selalu mengasah keahlian actingnya dengan latihan latihan olah sukma, olah vocal dan olah tubuh. Apalagi ketika menjelang kontrak main film atau teater. Kadang kadang mereka memulai mengasah rasa dengan Cuma mendengarkan suara seruling, petikan kecapi, harpa chamber music, musik klasik, dengan penuh konsentrasi perasaan.

Istilah rasa perasaan, atau emosi sebenarnya adalah kata yang berkaitan dengan psikologi dan ekspresi seni. Demikian juga dengan istilah penikmatan, penghayatan dan apresiasi.

Kadar rasa seseorang terhadap sesuatu mungkin saja berlainan dengan orang lain. Seorang petani, buruh pabrik, pegawai kantor, kuli dan wanita yang pergi kesalon akan berbeda kesan perasaannya dalam memandang karangan bunga anggrek diatas meja tamu. Penghayatan atau merasakan sesuatu secara mendalam merupakan fenomena psikologis yang harus selalu diasah dan dipertajam agar sampai kepada kepekaan rasa. Dalam berteater dan film kepekaan rasa itu sangat penting, terutama untuk berakting. Tingkah laku ciptaan termasuk segala gerak gerik serta pengucapan harus penuh penghayatan, memiliki bobot rasa yang sepadan dengan situasi peng-adegan-nya. Gerak dan dialog tanpa rasa akan hambar dan tidak mampu mempermainkan dan menghanyutkan perasaan penontonnya. Oleh karena itu latihan olah rasa sangat diperlukan bagi mereka yang melibatkan diri dalam kegiatan teater dan film.

... Start Action »»

Stop Dreaming Start Action

Stop Dreaming Start Action ~ Rusli Zainal Sang Visioner

Stop Dreaming Start Action
diambil dari bahasa inggris
yang terdiri dari empat suku kata, yaitu:
Stop, Dreaming, Start
dan action.
artinya berhentilah bermimpi dan mulailah beraksi.

Berbicara Stop Dreaming Start action, tidak sedikit tokoh yang berhasil dalam karir, pendidikan, usaha, politik, pemerintahan dan lain-lain. Ketika saya coba untuk melakukan sebuah perenungan muncul sebuah pertanyaan dari dalam diri, kenapa mereka bisa? Kenapa terjadi perbedaan antara saya dengan mereka? bukankah kita manusia semua diberikan potensi yang sama, tapi megapa orang lain pandai? Mengapa orang lain kaya? Mengapa orang lain berhasil?. Kadang saya berfikir mungkin orang lain hanya sedang bernasib baik saja, atau mungkin orang lain sedang beruntung.

Saya coba telusuri jalan indahnya orang-orang yang berhasil, ternyata apa yang saya simpulkan salah, keberhasilan mereka bukan hanya Faktor nasib atau Faktor keberuntungan. Mereka mau action dalam banyak hal dari orang lain yang hanya bisa bermimpi atau dreaming. Mereka punya kepercayaan diri (self-confidance), mereka selalu start lebih awal dalam Memanfaatkan waktu dengan tepat, dan tidak menunda pekerjaan.

Oh.., rupanya mereka bukan penganut paham Stop action start dreaming seperti yang saya lakukan akhir akhir ini, melainkan sebaliknya, mereka penganut paham stop dreaming start action.

Dan yang paling penting adalah sepertinya mereka bekerja dengan ruh keberhasilan dan motivasi superior, yaitu:
  • Hidupnya merupakan bagian dari penyelesaian masalah dan andalan untuk mencapai hidup,
  • Bekerja dengan semangat terbaik sehingga berkualitas tinggi
  • Punya disiplin tinggi, sehingga bisa menjadi teladan bagi orang lain,
  • Gigih menghadapi masalah, kreatif memecahkan masalah dan jeli melihat peluang,
  • Rajin belajar, gemar berguru dan terus mengasah diri
  • Mulai bekerja lebih awal dan mengakhirinya paling akhir, sehingga produktivitasnya tinggi dan ditambah daya konsentrasi yang hebat
  • Punya semangat rasa ikut memiliki (sense of belonging)

Kini saya mulai sadar bahwa keberhasilan bukanlah Faktor keberuntungan, Keberhasilan bukan dicapai melalui sebuah impian (dreaming) di atas tempat tidur, tetapi terlahir dari teriknya sinar matahari, derasnya air hujan, dan gelapnya keheningan malam dan saya putuskan untuk segera Stop Dreaming Start Action. Terlampau banyak orang yang memimpikan keberhasilan, tetapi takut melewati kegagalan. Padahal keberhasilan dan kegagalan ibarat dua sisi mata uang yang akan senantiasa hadir dalam kehidupan manusia. Biasanya bila orang takut gagal maka ia memilih diam, ia yakin betul bahwa diam tidaklah rugi, tapi apakah sama antara tidak rugi dengan untung? Tentu saja tidak, diam adalah kerugian yang tak akan pernah berujung keberuntungan, sedangkan kerugian yang diakibatkan kegagalan dalam sebuah tindakan pasti menghasilkan keberuntungan, sekurang-kurangnya adalah pengalaman, yakni pengalaman untuk menghindari kegagalan kedua kalinya.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengawali action kita, salahsatunya mungkin jika kita seorang blogger, kita bisa jadikan blog kita sebagai lahan penghasil uang seperti halnya yang dilakukan Joko susilo.

Mari kita kibarkan bendera perang untuk dreaming dan membangun sekutu dengan Action dibawah panji “Stop Dreaming Start Action

... Start Action »»

Profil Singkat Rusli Zainal Sang Visioner

Stop Dreaming Start Action ~ Rusli Zainal Sang Visioner

Rusli Zainal sang visioner lahir di Desa Bolak, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, 3 Desember 1957, Rusli Zainal adalah Putera kelima dari lima bersaudara. Sejak kecil, sang visioner tak asing di dunia baca terutama membaca ayat suci al-Quran. Keluarganya yang taat beragama berperan besar dalam membentuk kepribadiannya. Meskipun orang tuanya hanya sebagai petani biasa dan dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, tidak mengurangi semangat bagi Rusli Zainal sang visioner untuk meraih pendidikan yang tinggi. Pada tahun 1974, Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah lanjutan Tingkat Pertama di Tembilahan, Rusli Zainal melanjutkan studinya ke SLTA di Pekanbaru. Dan selesai pada tahun 1977. Keuletan dan kesungguhan membuat Sang visioner tak hanya puas sampai disitu, di kota yang sama Rusli Zainal sang visioner melanjutkan studinya ke salah satu perguruan tinggi, tepatnya fakultas ekonomi Universitas Riau. Di bangku kuliah inilah Rusli Zainal sang visioner mulai memahami makna sebuah kehidupan, kondisi ekonomi yang tak mendukung membuatnya harus tinggal di sebuah kost yang tidak ada listriknya, sebuah gubuk yang beratapkan daun rumbio, berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah. Jika malam tiba, Rusli belajar hanya disinari dengan cahaya lampu semprong.

Berkat kegigihan Sang Visioner serta sifatnya yang tak mudah menyerah pada keadaan, pada tahun 1982 sampai 1990 Rusli Zainal menjadi Pimpinan Cabang PT. Mohairson yang berkantor pusat di Jakarta. Pada tahun 1990, ia pun kemudian menjadi direktur utama PT. Kemuning Muda Pekanbaru.

Di bidang politik karirnya tak kalah cemerlang, terbukti pada tahun 1997 sang visioner menjadi anggota DPRD tingkat I Riau dari Partai Golongan Karya. Disamping itu ia pun aktif sebagai ketua umum DPD Gapensi Riau. Pengalaman, prestasi, dan kepiawaiannya dalam memimpin organisasi menjadikannya terpilih sebagai bupati Indragiri Hilir pada tahun 1999. Ia rela melepaskan jabatannya sebagai ketua umum DPD Gapensi Riau, untuk dapat mendedikasikan diri pada tanah kelahirannya. Karakter dan kepribadiannya yang ulet, tipe pemikir dan pekerja keras ia buktikan dengan menjadikan kabupaten Indragiri Hilir dari kabupaten yang miskin menjadi kabupaten yang berkembang dan maju. Keberhasilannya tidak hanya mendapatkan acungan jempol, namun juga mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat dengan memberikan berbagai penghargaan atas keberhasilan yang diraihnya. Ia pun kemudian dipercaya untuk menduduki jabatan yang terbilang bergengsi mewakili seluruh bupati yang ada di Indonesia sebagai anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). maka sepertinya tidak berlebihan jika ia dijuluki sebagai Rusli Zainal sang visioner.

Berkat sikap dan berbagai prestasinya, sekalipun Banyak tantangan dan rintangan tapi ia akhirnya dipercaya oleh mayoritas anggota dewan. terpilih sebagai Gubernur Riau periode 2003-2008, Ia pun berhasil mengungguli dua saingan beratnya, Saleh Djasit dan Tengku Lukman Jaafar yang terbilang lebih senior. Dan sekarang Rusli Zainal sang visioner kembali menjabat sebagai gubernur untuk periode 2009 - 2011. Dan sepertinya ini belum sampai Klimaks dari perjalanan panjang Rusli Zainal sang visioner si anak Desa.

Di balik semua keberhasilannya tak membuat Rusli Zainal mengabaikan keluarga. Meski terkadang sangat sibuk dan harus berada jauh dari keluarga, sang visioner juga selalu menjaga komunikasi dengan istri dan anak-anaknya. dia selalu tetap memberikan kabar ketika sedang jauh dan sebagainya.

Demikianlah profil singkat tentang Rusli Zainal Sang Visioner.


Tulisan ini dibuat tidak lebih dari sekedar syarat karena keikut sertaannya blog ini dalam kontes SEO "RUSLI ZAINAL SANG VISIONER"


... Start Action »»

Kategori Pemain Film

Stop Dreaming Start Action ~ Rusli Zainal Sang Visioner

Kategori Pemain Film Ditinjau dari kualifikasi dan beban tugasnya pemain film terbagi kepada beberapa bagian yaitu:
  1. Aktor (actor) dan aktris (actress) adalah seniman seniwati (artist) profesional yang benar benar memiliki pengetahuan dan menguasai seni akting. Dan biasanya kegiatan kerjanya adalah main film atau teater, artinya mata pencahariannya mengandalkan keahlian dan kemampuan seni aktingnya.
  2. Pemain non aktor adalah pemain yang belum tentu mampu atau menguasai seluk beluk seni akting. Pemain demikian dipergunakan oleh sutradara yang hanya mengandalkan filling saja dengan mempertimbangkan tela’ah dan hal hal tertentu. Misalnya bila dalam skenario film memerlukan peran supir, sutradara bisa saja langsung memakai supir taksi yang sebenarnya untuk peran tersebut dsb.
  3. Bintang adalah pemain yang sudah mempunyai nama tersohor (terkenal) dalam masyarakat. Mungkin saja seorang bintang sudah berkualifikasi aktor atau artis, namun tidak mustahil pula tidak tergolong sebagai aktor atau aktris, hanya karena namanya sudah terkenal atau menjadi idola khallayak ramai. Sebagai contoh penyanyi atau pemain bulu tangkis yang sudah terkenal, ditarik main film oleh produser dan dijadikan bintang hanya untuk kiat komersil semata.
  4. Pemain bit adalah pemain yang hanya memerankan permainan kecil sebagai kelengkapan suatu adegan dan biasanya muncul sekilas lintas saja dalam adegan, sebagai misalnya peran pelayan atau petugas penerima tamu hotel dsb.
  5. Pemain ekstra adalah pemain yang tidak melakukan peranan penting tetap diperlukan dalam adegan. Kehadirannya dalam adegan seolah olah sebagai unsur set hidup disekitar pemain inti (utama) untuk menghidupkan suasana adegan. Sebagai misal dalam adegan pesta, pasar dan sebagainya banyak memerlukan pemain ekstra. Para pemain demikian oleh kalangan umum biasanya disebut Figuran sebutan ini pada dasarnya tidak terlalu salah karena mereka adalah figur figur tak bernama yang melintas atau lalu lalang dalam adegan.
  6. Stand-in adalah pelaku yang aktingnya tidak dipertunjukkan kepada penonton, ia Cuma hadir atau muncul dalam medan shooting dengan tugas menggantikan pemain-berperanan Cuma sementara saja ketika penyesuaian teknis kamera dan tata cahaya terhadap akting dan bloking yang tidak dilakukan langsung oleh pemain peran. Pemain peran Cuma menyaksikan dan memperhatikan semua gerakan dan lintasnya agar ia dapat meniru atau mengikuti bloking dan lintas gerak akting secara shooting operasional dilaksanakan.
  7. Stunt-in, stunter adalah pemain pengganti yang bermake-up dan berkostum persis seperti pemain peran bertugas melakukan akting yang berbahaya yang tidak mungkin dilakukan oleh pemain peran karena dapat mencelakakan, disebabkan tidak memiliki keahlian khusus untuk perbuatan atau tindakan itu, misalnya akting terjatuh dari kuda yang sedang berlari kencang, meloncat dari tebing dsb.

Ditinjau dari alur lakon/ceritera, pemain diklasifikasikan sbb:
  1. Pemain utama (leading man/leading lady) yaitu pemain yang memainkan atau manjalankan peran pokok yang menjadi pusat perlakonan.
  2. Pemain pendukung (supporting player) adalah pemain yang memainkan peran bukan pokok yang erat kaitannya dengan peran pokok.
  3. Pemain figuran (figurant, pemain pelengkap) yaitu pemain yang memainkan peran tambahan yang longgar kaitannya dengan peran pokok lainnya hanya melengkapi bumbu adegan saja.

... Start Action »»

Kali Merah Athena

Stop Dreaming Start Action ~ Rusli Zainal Sang Visioner

Matahari mata sapi
yang tergantung dilangit Yunani
Menyinari menyaksikan
Bersatunya dua hati

Kemarin kita masih berpeluk cium
di Alun alun paris
Pagi ini kita berdua telah tiba
Di pelabuhan Athena

Kita berlayar menuju pulau poros
Hydra hingga Egina
Burung laut
Yang indah cantik molek
Menggiring kita
Ke suasana romantis

Kali merah.. kali merah.. kali merah ya Athena

Judul: Kali Merah Athena
Lirik Lagu: Doel Sumbang

... Start Action »»

Istilah Istilah Dalam Akting Film

Stop Dreaming Start Action ~ Rusli Zainal Sang Visioner

Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan seni peran filmis ( akting filmis) antara lain adalah sebagai berikut:
  • Pelaku adalah orang yang melakukan atau menjalankan perbuatan, perilaku, tidak tanduk peran lengkap dengan segala perwatakannya. Pelaku pada dasarnya mengandung kesamaan arti dengan Pemain.
  • Pemain adalah orang yang memainkan atau melakukan acting baik untuk seni film atau seni teater.
  • Peran adalah sosok atau tokoh imajiner dalam lakon atau cerita.
  • Pemeran adalah orang yang memainkan atau menjalan kan kehidupan sosok tokoh dalam cerita film atau teater.
  • Pemeranan adalah perilaku dan perbuatan mengaktingkan tokoh cerita film.
  • Hayat artinya hidup atau rasa sadar.
  • Penghayatan artinya upaya menghidupkan keadaan dan suasana dengan merasakan sedalam dalamnya.
Pegertian penghayatan
Penghayatan peran filmis adalah upaya menghidupkan peran (karakter) filmis dengan jalan mengekspresikan perilaku, perbuatan akting sepenuh hati (sungguh sungguh) selaras dengan tuntutan adegan yang tersurat pada skenario sehingga mampu menimbulkan kesan pada penonton bahwa pemeranan tersebut benar benar nyata adanya.

Tujuan penghayatan
Tujuan upaya penghayatan peran adalah agar pemain sebagai pelaku akting memiliki rasa percaya diri dan rasa sanggup serta siap menjalankan permainan akting pemeranan dalam kegiatan shooting pembuatan film.

... Start Action »»