Suami:
Kadang dicerminmu yang bening
Aku berkaca dan berkata
Semua yang hidup dapat mencinta
Tapi mengapa kau nampak putus asa
Hari ini aku baring bersama
Selaksa kemelut dan dinanti ajal
Perawan jelitaku tabahkan hati
Mengapa juga wajahmu nampak muram
Perawanku.. aku tak kuasa lagi layari lautanmu
Jelitaku.. aku tak kuasa lagi edari ladangmu, Gunungmu dan lembahmu
Mungkin esok aku pergi dan mati
Mungkin esok aku lelap dan lenyap
Ijinkan sekarang hendak pagi
Dipelukanmu aku baring
Sebagai insan hidup usiaku terbatas
Dan punya salah serta sogok nista
Mungkin bagimu aku jantan dan setia
dan bagiku sungguh kau perawan setia
Istri:
Yah.., kita Cuma manusia, manusia biasa
bahagia kita, celaka kita, hidup kita, ajal kita semua dipastikan Allah
sulit terlukis berat hati bakal ditinggal, tak ada tolak bandingnya
tapi jika kita pisah karena Allah yang punya kehendak
apa daya kita
tak ada kekuasaan apapaun yang mampu menghalangi takdir Allah
jika ini batas usiamu aku serahkan kau padanya
dan harapku semoga diterima iman-mu dan Islam-mu
serta dimaapkan segala dosa-dosamu
dan ditempatkan ditempat yang mulia, itu harapku..
Suami:
Mungkin Allah telah goreskan takdir
Dan kita dipaksa tuk berani
Hadapi kenyataan pahit dalam hidup
Oh perawanku kuatkan dirimu
Sejak dulu kita paling takut
Oleh apa yang dikata pisah
Tetapi kali ini rasa takut itu
Datang menerkam dan apalah daya
Perawanku.. ajalku mungkin sebentar lagi akan tiba
Jelitaku.. malaikat maut mungkin tlah diutus Allah
Dan segera menjemputku
Mungkin esok aku pergi dan mati
Mungkin esok aku lelap dan lenyap
Selamat tinggal maapkan salahku
Aku-kan pergi bersama cintamu
Selamat tinggal tabahkan hati
Aku-kan pergi bersama cintamu
Selamat tinggal dan selamat tinggal
Selamat tinggal dan Allaahu Akbar..
Istri:
Dari Allah.. dan kembalilah pada Allah..
Cipt: Doel Sumbang
Buat temen temen yang menggeluti dunia pertelevisian dan sinematografi yang kebetulan nyasar ke blog ini dan mau berbagi ilmu dan







16 komentar