Suzanna, Si Ratu Horor yang Jadi Petani di Hari Akhirnya | —¤(rIDa)¤—

Suzanna, Si Ratu Horor yang Jadi Petani di Hari Akhirnya

DUKA mewarnai jagat perfilman di tanah air. Salah satu ikon perfilman nasional, Suzanna Martha Frederika Van Osch alias Suzanna menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (15/10) malam dalam usia 66 tahun karena diabetes yang telah dideritanya lima tahun terakhir.

Dunia perfilman, kini kehilangan satu lagi ikonnya. Pantaslah dicatat, Suzanna adalah sosok yang tak bisa dilepaskan dari hiruk-pikuk perfilman nasional. Namanya layak dikenang. Ia menjadi saksi kedigjayaan film nasional era tahun 80-an.

Di masa itu, nama Suzanna menjadi semacam ikon untuk film-film berbau mistis. Sebutlah, film Nyi Blorong yang laris manis hingga akhirnya dibuat sekuelnya Perkawinan Nyi Blorong, yang disutradarai Sisworo Gautama Putra (1983).

Sederet film berbau gaib kian tak bisa dilepaskan dari namanya. Sebut saja Sundel Bolong, Malam Satu Suro, Ajian Ratu Kidul, Beranak Dalam Kubur, Bumi Makin Panas sampai Titisan Dewi Ular.

Dunia akting memang tak bisa dilepaskan dari kehidupan Suzanna sejak masih remaja. Saat usianya 16 tahun, pada tahun 1958, Suzanna diajak sutradara Usmar Ismail untuk membintangi film Asrama Dara bersama Bambang Hermanto dan Bambang Irawan.

Berkat sentuhan tangan dingin Usmar Ismail, nama Suzanna kian dikenal. Namanya, makin dilirk saat muncul dalam film Bernafas dalam Lumpur di tahun 70-an.

Seiring dengan ketenarannya, puluhan film pun telah dibintangi perempuan kelahiran Bogor, 19 Oktober 1942 itu. Nama Suzanna pada akhirnya menjelma menjadi simbol. Ia dinobatkan sebagai "Ratu Film Horor."

Sayang, lesunya film nasional di tahun 1990-an, membuat nama Suzanna makin tenggelam. Ia pun memutuskan untuk menyepi di Magelang, Jawa Tengah.

Hingar-bingar kehidupan selebritas, lengkap dengan segala urusan duniawi lambat laun ditinggalkannya. Bersama suami yang juga aktor, Clift Sangra, Suzanna yang usianya lebih tua 20 tahun dari suaminya itu, memilih menyepi.

Suzanna memilih menjadi penghuni desa, yang jauh dari kehidupan kota metropolitan. Bahkan, ia telah menutup dirinya dari bidikan pers. Suzanna kembali ke asal sebagai warga biasa-biasa.

Ia bahkan menghabiskan kesibukannya sehari-hari dengan bercocok tanam. Namanya pun boleh jadi asing di telinga kalangan generasi MTV, masa kini.

"Aku bercocok tanam di kebon. Aku pernah menanam bawang dan tembakau. Yah, dadi petani cilik-cilikan. Pokoknya, setiap hari ada kegiatan yang menyehatkan. Yen aku meneng wae, aku mengko dadi opo-kalau aku hanya berdiam diri, jadi apa saya nantinya," kata Suzanna yang sering menggunakan bahasa Jawa yang medok dalam bertutur seperti dikutip Kompas, 17 Agustus 2003.

Panggilan untuk kembali ke dunia akting, rupanya sulit untuk ditampiknya. Di tahun 2003, ia sempat menerima tawaran Ram Soraya, produser Soraya Intercine Films, untuk membintangi sinetron Selma dan Ular Siluman yang ditayangkan RCTI.

Ia pun tertarik. Clift Sangra, suaminya, turut pula dalam sinetron tersebut. Saat menghadiri jumpa pers terkait sinetron tersebut, Suzanna muncul dengan aura khasnya: penuh magis.

Penampilan terakhirnya di layar lebar terjadi tahun ini, 2008, yaitu dalam penggarapan Hantu Ambulans, film horor yang bersetting mitos mobil ambulans hantu di Jalan Bahurekso Bandung.

Di mata aktor dan aktris kawakan, Suzanna dikenal sangat supel, suka bicara Jawa. Itulah kenangan yang selalu diingat Widyawati. "Buat saya dia bisa dibilang guru besar. Waktu pertama kali terjun ke dunia film, saya ikut perusahaan film milik Suzanna dan suaminya," katanya.

Disinggung tentang sosok Suzanna, Widyawati mengaku hanya sebatas mengenalnya. Lebih jauh, Widyawati enggan berkomentar tentang aktris yang terkenal fenomenal itu. Widyawati mengatakan sudah sangat lama tidak bertemu dengan Suzana.

"Kalau enggak salah waktu anaknya meninggal itu saya pernah pergi melayat. Kalau tidak salah sih itu terakhir kali ketemu. Maaf ya saya tidak ingat," ujar Widyawati. Apa yang paling berkesan dari sosok Suzanna? Widyawati malah balik melempar pertanyaan kepada wartawan.

"Saya kira Anda sendiri tahu apa yang menjadi kelebihan Suzanna. Bukan begitu?," tegas Widyawati yang tidak lupa memberikan ucapan belasungkawa dengan mengatasnamakan keluarga.

Kini, aura magis dari wajah misterius Suzanna tak bakal lagi bisa ditemui darinya. Salah satu legenda film Indonesia itu telah menuntaskan hidupnya di dunia, dan membaringkan tubuh selamanya di Pemakaman Giriloyo, Magelang, Jawa Tengah. Selamat jalan Suzanna!

Sumber: Tribun Jabar OnLine

Tulisan Terbaru:
Dikirim pada Hari Jumat, 17 Oktober 2008 di label Seniman Indonesia untuk masuk kekotak komentar, silahkan klik disini..!! jadi pe Langganan: Poskan Komentar (Atom) .
Buat temen temen yang menggeluti dunia pertelevisian dan sinematografi yang kebetulan nyasar ke blog ini dan mau berbagi ilmu dan Kesempatan kerjanya pengalamannya, Anda bisa mengirimkannya ke Form Email ini! dan kami dengan senang hati akan memuatnya di blog lnl. Thank's..!!

Lirik Lagu Doel Sumbang | Sinematografi | Kontes SEO | rida 24 komentar Di Suzanna, Si Ratu Horor yang Jadi Petani di Hari Akhirnya

Sampaikanlah walau satu KATA..!! PERSIB

Blog ini menggunakan Thread Comment.
Ingin membalas komentar teman anda? — klik "[Reply / Balas]" kemudian tulis Balasan anda setelah kode yang terdapat pada kotak Reply!